Pengembangan Diri Dengan Empat Dimensi
Bagian1
Setiap manusia hidup dalam satu ruangan bernama keadaan. Ruangan yang bernama keadaan itu pasti berbeda, ada yang hari ini keadaannya menyenangkan, ada yang tidak. Ada yang suka cita, ada yang duka cita, ada yang rugi dan ada yang untung. Namun, kita semua ada di ruangan bernama keadaan ini.
Dalam pandangan saya, dimensi-dimensi yang ada dalam personal development dapat dilihat dari empat sisi yaitu: pertama, dimensi untuk mengenali diri sendiri. Kedua, dimensi untuk memposisikan diri. Ketiga, dimensi untuk mendobrak diri. Dan keempat, dimensi untuk aktualisasi diri. Pada kesempatan ini, saya akan bahas ,
dimensi pertama terlebih dahulu.
Dibanding ciptaan Tuhan yang lainnya, manusia adalah ciptaan yang paling sempurna. Kesempurnaan disini dilihat dari kelengkapan sisi-sisi manusia itu sendiri, yaitu adanya kebaikan, ada pula keburukan. Ada sisi yang kuat, ada pula sisi yang lemah. Manusia sebagai makhluk penuh potensi diri, harus selalu bertumbuh menuju aktualisasi dirinya. Manusia harus mengenali kedua sisi tersebut sebaik-baiknya. Sebab, mengenal diri sendiri adalah dasar dari action atau tindakan-tindakan, demi meraih sebuah cita-cita yang besar.
Contoh: setelah menganalisis diri dengan saksama, kemudian kita mampu menemukan kekuatan personal kita seperti kreativitas, semangat berinovasi, ketajaman analisis, kemampuan menemukan peluang, penerimaan terhadap hal-hal baru, semangat belajar yang tinggi, serta cita-cita atau tujuan-tujuan pribadi yang mulia. Tetapi di sisi lain, mungkin saja kita merasa memiliki kelemahan, seperti kurang disiplin, tidak fokus, kurang konsisten, tidak berani mencoba, atau tidak berani ambil risiko.
Pada kasus ini, kita lihat betapa kekuatan berupa potensi-potensi diri yang istimewa menjadi sulit berkembang, karena kelemahan-kelemahan yang tidak bisa dikendalikan atau dikelola dengan baik.
Titik krusialnya di sini adalah, memaksimalkan potensi atau kekuatan dan sekaligus meminimalkan pengaruh kelemahan kita. Caranya:
Pertama, berkomitmen untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan tersebut.
Kedua, melakukan action atau usaha yang sungguh-sungguh untuk menghentikan pengaruhnya setiap kali kelemahan diri tersebut muncul.
Ketiga, menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan baru yang mendorong mencuatnya potensi kita, dan pada saat bersamaan mengubur sedalam-dalamnya setiap kelemahan kita.
Keempat, terus-menerus menumbuhkan dan mengembangkan motivasi diri, supaya semangat selalu berkobar dan kita senantiasa memiliki mentalitas yang sehat.
Dan keempat hal tersebut harus kita mulai sekarang juga! Ingat, hanya orang yang memiliki motivasi dan berani bertindak saja yang akan sukses. Action is power! Tindakan adalah kekuatan!
Pada dasarnya diantara manusia yang hidup dalam ruang keadaan ini terdapat 4 tipe manusia :
- Manusia yang membiarkan hidup ini terjadi apa adanya. Artinya dia menerima apa pun yang terjadi tanpa perlawanan.
- Manusia yang menentukan apa yang akan terjadi dalam hidupnya. Orang ini mengeluarkan potensi yang siap mengalahkan tantangan dan cepat berubah.
- Manusia yang bertahan hidup dengan bertahan saja.
- Manusia yang berjalan sambil menikmati kehidupannya. Inilah orang yang sukses.
Kalau orang bertahan terhadap perubahan, itu namanya status quo, tidak mau berubah, tidak mau diubah, tidak mau perubahan. Ia mengatakan bahwa hidupnya adalah takdir. Saya suka tipe yang keempat. Kedua juga baik, tetapi seringkali itu tindakannya ngoyo
Demikian dari saya Roky Benito,SE.MM (IPB)
Become Success is My Born Right.
Salam sukses luar biasa !!!