TABPRINDO MEMBANGUN SINERGI ANTAR BPR ANGGOTA PERBARINDO DPD DKI JAYA DAN SEKITARNYA
Oleh : Tim Perumus Tabprindo
Berangkat dari sebuah niat dan tekad pengurus DPD Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya, untuk mengaplikasikan sebuah program organisasi berupa produk Tabungan yang diharapkan dapat mengangkat dan menjual nama BPR anggota Perbarindo, ke pada seluruh lapisan masyarakat khususnya kalangan menengah sebagai pangsa pasar utama BPR yang pada saat itu belum banyak mengenal secara spesifik produk - produk unggulan BPR selain kredit yang memang sudah
menjadi ciri khas BPR. Di sisi lain fungsi BPR sebagai lembaga intermediasi
harus dapat berjalan dengan baik, di mana BPR memiliki kewajiban
untuk menghimpun dana masyarakat sebanyak-banyaknya,
di mana dana tersebut merupakan sumber dana
bagi BPR yang dinilai paling murah
dan memasyarakat.
Belajar dari kesuksesan DPD Perbarindo Yogyakarta dan Sekitarnya dalam meluncurkan produk tabungan yang diberi nama TAMASYA (Tabungan Masyarakat Yogyakarta) dengan hadiah utama sebuah mobil Xenia, maka semakin menggebulah keinginan pengurus untuk segara mewujudkan sebuah produk tabungan yang entah apa namanya, sebagai bukti bahwa DPD Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya-pun dapat melakukan hal yang sama untuk membangun sebuah sinergi antara pengurus dengan anggota yang akan membawa nama harum BPR-BPR yang bernaung di bawah payung DPD Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya.
Sebuah perjalanan bersejarah terjadi, di mana untuk mewujudkan sebuah program tabungan berhadiah maka Pengurus DPD Perbarindo pada tanggal 25 Agustus 2005 mengadakan rapat pembentukan Tim Perumus. Hari Jumat Tanggal 2 September 2005 adalah hari yang sangat bersejarah lahirnya sebuah produk tabungan berhadiah, di mana seluruh Tim Perumus Inti meluncurkan kendaraannya ke arah Puncak, karena sebelumnya memang lokasi pertemuan akan diadakan di Safari Garden yang saat itu bersamaan waktunya dengan pelatihan sertifikasi. Apa daya kondisi tidak memungkinkan, sebab selepas Sentul jalan sudah Pamer (Padat merayap) dan makin dekat pintu tol Ciawi semakin Madat (Macet karena Padat kendaraan). Kami saling kontak untuk mendikusikan kondisi terakhir yang terjadi, sebab sangat tidak mungkin bagi tim untuk dapat mengadakan pertemuan di atas. Kemauan dan niat tulus tidak menyurutkan tekad untuk Tim Perumus inti mengadakan pertemuan. Kurang lebih jam 10.30 setelah melalui proses negosiasi yang cepat dan tepat, diputuskan untuk Tim Perumus inti berkumpul di sebuah lokasi yang tidak terencana sebelumnya yaitu di daerah Bogor, yaitu di sebuah Mal! Kalau dipikir, lucu juga yah..ini mau pertemuan atau mau shopping untuk lebaran. Rupanya Mal dipilih karena satu-satunya tempat yang terdekat dan dianggap paling mudah sebagai patokan tempat pertemuan. Waktu sudah menunjukkan jam 11.30, satu persatu Tim Perumus Intipun datang, di antaranya yang datang pertama adalah Bapak Mayson yang bisa lolos dari sarang macet dengan mengambil jalan pintas, terlihat begitu gagah dengan kaca mata hitamnya sambil memandang yang indah-indah, Bapak Wangsit yang untuk keluar dari sarang macet hampir keterusan ke Sukabumi, Bapak Made Prabawa yang sudah sampai di atas harus turun kembali, Bapak Hiras L Tobing yang selalu berpenampilan optimis dan sedikit berkumis, dilanjutkan dengan Bapak Gonti, Bapak Maju, Bapak Dedi, Bapak Asep Jajang, dan yang paling akhir adalah Bapak Rasmin dan beberapa teman dari BPR Serang seperti Bapak Ai dan Bapak Khairudin. Sementara itu di seberang Mal, terdengar adzan menandakan waktunya solat Jumat. Kembali terjadi negosiasi masalah tempat pertemuan sebab rasanya di Mal kurang memadai. Akhirnya diputuskan pertemuan dilakukan disebuah Hotel yang berlokasi di belakang Mal yang kebetulah menjadi nasabah dari BPR Bapak Gonti. Klop sudah ! rencana Tim untuk bertemu segera dapat diwujudkan setelah beberapa peserta yang sebagian muslim melakukan sholat Jumat.
Jam 13.00, selepas makan siang pertemuanpun dilaksanakan. Acara peratama di buka oleh Bapak Made Prabawa, selaku sekretaris DPD dilanjutkan dengan penyampaian rencana peluncuran produk tabungan berhadiah oleh Ketua DPD Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya, Bapak Hiras L Tobing. Selanjutnya dibicarakanlah mengenai hal-hal pokok mulai dari latar belakang, teknis tabungan sampai dengan teknis pengundian. Akhirnya sampailah pada puncaknya yaitu pemberian nama produk tabungan. Dari beberapa usulan nama, maka dipilihlah nama Tabprindo (Tabungan BPR Indonesia) yang diharapkan dapat menjadi sebuah icon tersendiri dari sebuah produk tabungan milik BPR anggota Perbarindo DKI Jaya dan sekitarnya. Waktu jam 17.00, pertemuan bersejarahpun ditutup dengan wajah penuh senyum dan optimis. Kini telah lahir sebuah nama TABPRINDO (Tabungan BPR Indonesia) yang meng-klaim akan memberikan hadiah Utama 2 unit mobil Avanza, sekarang diganti dengan Xenia dan Hadiah Hiburan Utama berupa 14 unit Motor Honda Supra untuk 2 periode undian. Dan masih ada hadiah kejutan berupa alat-alat elektronik yang pokoknya menarik dan menjanjikan.
Rapat-rapat untuk meng-goal-kan Tabprindo terus dilakukan. Hari Kamis 29 September 2005, diadakan rapat TIM Perumus dan Pengurus DPD DKI Jaya dan sekitarnya, serta pengurus Komisariat berlokasi di Cibubur, dan dari hasil rapat tersebut terbentuklah susunan Panitia Penyelenggara Tabprindo dengan berdasarkan pada Surat Keputusan dari DPD No. 05/Skep/PERB-DKI/9/2005, dalam hal ini Panitia dikomando oleh Bapak Gonti Manalu.
Pada hari Kamis 13 Oktober 2005 memasuki bulan Ramadhan diadakan musyawarah pemantapan antara pengurus DPD dengan DPP, sehingga diharapkan adanya dukungan bagi terwujudnya sebuah produk tabungan kebanggaan BPR yang beroperasi di wilayah Jakarta dan Sekitarnya, dalam hal ini Tabprindo (Tabungan BPR Indonesia).
Rapat kerja berikutnya adalah menyusun proposal Tabprindo untuk disampaikan kepada Bank Indonesia khususnya Direktorat Pengawasan BPR dan kepada BPR anggota Perbarindo yang akan diundang hadir pada acara sosialisasi Tabprindo.
Dalam proposal tersebut di antaranya memuat maksud dan tujuan penyelenggaraan Tabprindo, antara lain :
1. Untuk menumbuhkan Image masyarakat terhadap BPR yang diharapkan dapat disejajarkan dengan bank umum.
2. Guna menciptakan rasa kebersamaann di kalangan industri BPR di wilayah.
3. Guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap industri BPR.
4. Untuk keseragaman BPR di bidang standarisasi pelayanan produk tabungan yang meliputi : manajemen dana, bunga, hadiah dan operasional.
5. Meningkatkan sumber dana dari tabungan sebesar Rp. 25 Milyar setiap semester.
Bayangkan, hanya dengan kelipatan sebesar Rp. 50.000,- (Lima Puluh Ribu Rupiah) dari saldo rata-rata Tabprindo setiap bulan, penabung sudah dapat satu nomor undian dan berhak memperebutkan hadiah utama 1 unit Mobil Xenia dan hadiah hiburan utama 7 unit Motor Honda Supra dan ratusan barang elektronik sebagai hadiah kejutan, pada satu periode undian.
Bulan Ramadhan, hari Jumat 21 Oktober 2005, selepas saur tim panitia yang menjalankan ibadah puasa tidak bisa tidur pulas lagi sebab ada tugas penting, yaitu pada pukul 8.00 harus berkumpul di Bank Indonesia untuk menghadap Direktur Pengawasan BPR. Selepas subuh segera berangkat ke Bank Indonesia karea kalau kesiangan bisa terjebak macet. Pukul 9.00 akhirnya pasukan DPD yang terdiri atas kurang lebih 8 orang dapat memasuki ruang pertemuan. Pasukan diterima langsung oleh Bapak Direktur Pengawasan BPR yaitu Bapak Irman Djadja Dalimi dengan di dampingi beberapa Staf. Seperti biasa didahului dengan pembukaan oleh Bapak Hiras L Tobing dan selanjutnya disampaikan panjang lebar mengenai rencana peluncuran Tabprindo oleh Bapak Gonti Manalu. Setelah berdiskusi selama kurang lebih satu jam, akhirnya Bank Indonesia secara prinsip mendukung lahirnya produk tabungan Tabprindo. Kembali wajah-wajah cerah dan senyum berhias dibibir seluruh pasukan Tabprindo meninggalkan markas Bank Indonesia, dengan keputusan akhir melakukan sosialisasi kepada seluruh BPR anggota Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya. Horas Tabprindo .. kata Bapak Hiras ..!
Rapat Panitia Penyelenggara Tabprindo selanjutnya dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 11 November 2005 dengan topik utama, membuat aturan main yang merupakan panduan pelaksanaan dan kode etik Tabprindo agar pelaksanaan penyelenggaraan Tabprindo berjalan mulus dan diharapkan tidak terjadi masalah dikemudian hari. Tim penyusun peraturan dan kode etik terpaksa lembur untuk kejar target, di mana sosialisasi Tabprindo ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 November 2005. Hari Selasa 15 November 2005, dilakukan rapat persiapan sosialisasi dengan melakukan revisi-revisi kecil dari konsep peraturan yang akan diangkat pada acara sosialisasi tersebut. Dan yang unik, terpikir oleh panitia membuat lagu Tabprindo yang diambil dari lagu Ondel-ondel dengan merubah sair lagu menjadi lagu Tabprindo, di antaranya :
Nyok kite nabung di Tabprindo... Nyook
Tabprindo tabungannya oke... Nyook
Tabprindo hadiahnya oke... Nyook
Tabungannye BPR kite... Nyook
Lagu ini terinspirasi dari posisi DPD Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya identik dengan budaya betawi. Muncullah sebuah kata yang diharapkan jadi pengingat terhadap lahirnya Tabprindo, yaitu "Nabung di Tabprindo... Nyok..Nyok..". Lagu ini hanya sebagai penyemangat saja tidak dipublikasikan umum, sebab nantinya dikhawatirkan menabrak undang-undang hak cipta. Icon betawi juga nampak pada cover buku tabungan Tabprindo dengan warna dasar kuning, di mana pada buku tabungan tersebut ada gambar penari topeng betawi dan gambar tugu monas.
Hari Kamis 17 November 2005 bertempat di LPPI dilaksanakan sosialisasi Tabprindo yang dihadiri oleh Direksi BPR anggota Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya. Hadir juga pada acara sosialisasi tersebut Bapak Soni Harsono, Ketua Umum DPP Perbarindo.
Sosialisasi Tabprindo dibuka oleh Sekretaris panitia, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, kemudian Ketua DPD Perbarindo dan Ketua DPP Perbarindo. Selanjutnya dibedahlah konsep Peraturan Penyelenggaraan Tabprindo beserta kode etiknya, dan yang terpenting adalah masalah IT agar seluruh poin yang dilaporkan dapat dikeluarkan nomor undiannya.
Peserta sosialisasi cukup antusias dengan kehadiran produk tabungan berhadiah ini, karena memang diharapkan akan dapat menjadi produk unggulan setelah kredit tentunya. Revisi-revisi mengenai peraturan penyelenggaran Tabprindo beserta kode etik dan masukan-masukan positip untuk perbaikan seluruhnya ditampung panitia untuk ditindak lanjuti, sehingga persiapan peluncuran produk menjadi lebih baik. Pada saat yang sama dikirimkan aplikasi permohonan menjadi peserta penyelenggara Tabprindo. Dan pada saat yang sama telah disepakati bahwa iuran peserta penyelengggara Tabprindo per BPR adalah sebesar Rp. 5.250.000,- (Lima juta dua ratus lima puluh ribu rupiah) dan mematok suku bunga 8% per tahun. Setiap peserta akan diberikan surat Ijin penyelenggaraan Tabprindo jika sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh panitia. Rapat-rapat terus dilakukan untuk menyempurnakan aturan main dan menyiapkan acara launching perdana. Akhirnya terbit Buku Panduan Peraturan Penyelenggaraan TabprindoNomor 1/Tabprindo/DPD-Perb-DKI/XI/2005 yang berisi pasal-pasal terkait serta kode etik terkait dengan pelaksanaan Tabprindo. Mengingat hari Raya Idul Fitri sudah diambang pintu, maka aktivitas rapat ditunda namun dengan komitmen, sebelum akhir 2005 launching Tabprindo harus sudah dilaksanakan.
Hari Senin 19 Desember 2005 adalah hari yang sakral sebagai tombak awal meluncurnya produk tabungan kebanggaan BPR anggota Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya. Diperkuat oleh 48 BPR peserta penyelenggara siap memasarkan produk Tabprindo dengan target penghimpunan dana selama periode pertama yaitu 6 (enam) bulan sebanyak Rp. 25.000.000.000,-. Adapun ke 48 BPR peserta tersebut di bawah naungan 4 (empat) koordinator wilayah, yaitu wilayah Depok, wilayah Bogor, wilayah Bekasi dan Wilayah Tangerang. Pada hari dan tanggal tersebut dilaksanakan launching yang tempatnya tidak tanggung-tanggung cukup eksklusif yaitu di Gedung Bidakara. Peresmian dimulai pukul 10.00, hadir dalam peresmian dari perwakilan Bank Indonesia yang sekaligus memukul gong sebagai tanda diluncurkannya Tabprindo. Acara launching berlangsung secara hikmat dengann dihadiri pengurus BPR penyelenggara Tabprindo. Keesokan harinya muncullah di beberapa media surat kabar dan radio di ibu kota yang memberitakan lahirnya Tabprindo. Sebuah kebanggaan bagi kita semua namun mengandung upaya keras untuk mencapai target penghimpunan dana agar memenuhi jumlah sebesar Rp. 25 Milyar selama satu semester.
Enam bulan berlalu perjalanan Tabprindo, dan pada tanggal 11 Juli 2006 di Hotel Patra Jakarta dilakukan evaluasi oleh Panitia Penyelenggara, terkuak sebuah angka penghimpunan Tabprindo sampai dengan akhir April 2006 sebesar Rp. 8.702.865.000,-. Angka tersebut baru mencapai 34,81% dari total keseluruhan target penghimpunan tabungan. Dari data yang ada memang belum menunjukkan penghimpunan dana Tabprindo belum mencapai target yang diharapkan. Meskipun pelatihan penjualan produk Tabprindo telah dilaksanakan, promosi awal telah dilaksanakan, termasuk sarana promosi lainnya seperti spanduk juga sudah dipasang di setiap BPR penyelenggara, namun belum terlihat hasilnya.
Kiat penghimpunan dana mulai dari mutasi tabungan sampai den gan penyesuaian suku bunga sudah dilakukan Panitia untuk menggairahkan BPR peserta agar saldo tabungan Tabprindo melonjak. Namun ada masalah lain yang muncul kepermukaan yang sebenarnya diluar perhitungan Panitia yang semula memfokuskan pada masalah pemasaran Tabprindo, yaitu masalah IT. Dalam pelatihan yang diadakan Penitia ditemukan kesalah pahaman khususnya dalam perhitungan saldo rata-rata tabungan, dan peng-input-an data Tabprindo pada program yang telah disediakan. Akibatnya laporan poin jadi terhambat, dan nomor undian jadi terlambat.
Panitia mencoba mencari solusi untuk mengatasi masalah pelaporan ini, dengan harapan tidak ada lagi keluhan masalah IT oleh BPR peserta, namun nampaknya tidak berhasil. Kerjasama Koorwil dengan anggota juga menjadi penghambat penyelesaian laporan undian. Sangat memprihatinkan memang karena masih ada ditemukan beberapa BPR peserta Tabprindo yang tidak melaksanakan kegiatan penghimpunan dana hanya karena masalah IT. Apabila kita perhatikan IT yang paling sederhanapun bisa dilakukan yaitu cukup dengan excel. Namun rasa putus asa lebih mendominasi para Direksi BPR penyelenggara sehingga ogah bersusah payah menghadapi tantangan yang muncul karena dianggap bermasalah jika dilaksanakan.
Sebagai sebuah produk perdana dan pendatang baru, di manapun pastilah tidak memiliki kesempurnaan. Kesempurnaan hanya dapat terbentuk jika ditemui kesalahan dan dilakukan perbaikan-perbaikan. Ke depan ini jadi PR untuk Panitia dan seluruh BPR yang tercatat sebagai peserta untuk menciptakan sebuah sistem yang lebih baik sehingga persoalan yang muncul dapat diminimalkan, bahkan nama Tabprindo yang disadari atau tidak mulai tercium aromanya di masyarakat ini harus menjadi catatan tersendiri. Sebuah hasil marketing atas kelahiran sebuah produk baru memang membutuhkan sebuah proses panjang, dan yang terpenting kehadiran Tabprindo ini dinilai sudah cukup menempati hati tersendiri di masyarakat tentunya karena ada nilai plus jika menabung di Tabprindo, yaitu aman karena dijamin Lembaga Penjamin Sosial (LPS), suku bunga menarik dan tentunya berhadiah. Hal ini bisa dibuktikan dari beberapa BPR peserta yang mampu menyedot dana masyarakat untuk pindah dari tabungan biasa ke Tabprindo dengan jumlah mencapai di atas Rp. 2,5 Milyar.
Mendekati akhir Juli 2006 adalah saat yang dinanti-nanti oleh seluruh penabung Tabprindo, yaitu pelaksanaan undian. Pada hari Selasa tanggal 11 Juli 2006, Panitia telah melaksanakan rapat rencana pengundian Tabprindo yang direncanakan akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 29Juli 2006. Segala persiapan pengundian sudah dilaksanakan, mulai dikeluarkannya kupon nomor undian, rencana tempat pengundian dan ijin dari Departemen Sosial, termasuk pengadaan hadiah. Seluruhnya siap dilaksanakan, semoga tidak ada kendala menghalang.
Adalah sebuah kebanggaan bagi seluruh jajaran Panitia Penyelenggara dan khususnya pengurus DPD Perbarindo DKI Jaya dan Sekitarnya jika pelaksanaan pengundian dapat berjalan secara mulus. Rasa tanggung jawab seluruh pengurus BPR penyelenggara sangat dituntut, khususnya dalam penyajian data penabung secara akurat, sehingga pengundian dapat dilaksanakan secara fair, tidak ada unsur kecurangan. Segala yang terkait dengan pengundian dapat dibaca pada buku panduan peraturan penyelenggaraan Tabprindo. Kita berdoa bersama semoga hajat puncak kita dalam penyelenggaraan Tabrindo dapat terlaksana dengan damai, tertib dan sukses. Amin.
Jakarta, 19 Juli 2006
SUSUNAN PANITIA
TABPRINDO
Penasehat : Charles Sianipar
Penanggung Jawab : Hiras L Tobing
Made Prabawa
Ketua : Gonti Manalu
Wakil : Rasmin
Sekretaris I : Wangsit Supeno
Sekretaris II : Rawaty Tampubolon
Bendahara I : Made Winarta
Bendahara II : Riwandari J
Koor. Humas : Biyanto Toto S
Ridwan E Silaen
Hidayat Rahman
Koor. Sarana : Jajang Herdiman
Iwan G Halim
Udin Samsudin
Widhawati
Ai Suherlan
Koor. Kontrol : Pemgurus Komisariat
Koor. Hadiah : Dedi Kurniadi
Asep Jajang
Koor. IT : Maju L Toruan
Mayson Manurung
Koor. Acara : Wiwik M
Popo Sapari
Iwan Tobing
[kembali ke Artikel]